Imunisasi Campak dan Rubella; Anak Tak Lagi Takut Disuntik



Beragam kisah tersaji saat dilaksanakan imunisasi di sejumlah sekolah. Mereka yang usianya belia, ternyata tidak lagi merasa takut dengan jarum suntik. Sebuah pemandangan yang kontras bila dibandingkan beberapa tahun silam.

Ustadzah, saya tidak menangis, lho, saat disuntik.” Lontaran kalimat polos tersebut disampaikan salah seorang siswa berseragam merah putih.

Ya, Selasa (29/8), di Sekolah Dasar Islam Terpadu Darul Falah, Cukir, Diwek diadakan imunisasi campak dan rubella. Kegiatan ini merupakan salah satu program Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang dalam rangka pencegahan dini dari serangan 2 penyakit berbahaya tersebut.

Kepala Sekolah SDIT Darul Falah, Alfisanah mengatakan bahwa jadwal imunisasi dari Dinkes adalah giliran sesuai urutan dengan SD lain di kota santri ini.

Imunisasi berlangsung selama satu jam mulai pukul 08.00 WIB setelah siswa selesai mengaji. Kegiatan ini tidak lantas menghambat aktifitas di sekolah karena jadwal belajar mengajar sengaja diakhiri pukul 10.40 WIB dengan harapan siswa mendapatkan istirahat yang cukup di rumah usai imunisasi.

Menariknya, beberapa siswa mengaku tidak menangis dan merasakan sakit saat disuntik. “Siswa saya ada dua yang menangis. Bulan Juli lalu saat diadakan imunisasi seperti ini juga dua anak itu yang menangis,” terang wali kelas III, Ana Fajriyatul Kamila. Pemandangan tersebut menimbulkan drama kecil saat kegiatan berlangsung.

Sasaran dari kegiatan adalah seluruh siswa dari kelas I hingga VI SDIT Darul Falah yang berjumlah 191 siswa. Sedangkan wali murid yang tidak menghendaki anaknya mendapatkan imunisasi, dapat mengajukan izin. Hal tersebut karena mereka telah memberikan imunisasi sejenis secara mandiri di Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo mengampanyekan Imunisasi Measles-Rubella (MR) yang dilaksanakan di MTs Negeri 10 Sleman yang terletak di Ngaglik Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
"Pesan saya jangan remehkan MR ini karena kedua penyakit ini bisa berbahaya untuk anak-anak kita yang kita cintai," katanya seperti dilansir kantor berita Antara.
Jokowi mengatakan, dalam jangka panjang akibat tanpa imunisasi MR untuk bayi bisa lahir dengan cacat bawaan.

"Hati-hati sekali, kita harus hati-hati sekali karena itu kita mendukung penuh dilaksanakannya kampanye imunisasi nasional agar anak-anak bisa bebas dari Measles Rubella," katanya.
Presiden mengingatkan bahwa imunisasi sejatinya bukan barang baru dan Indonesia pernah berhasil dulu melakukan program tersebut misalnya untuk vaksinasi cacar, polio, dan tetanus.

Menurut dia, Indonesia telah berhasil melakukan program imunisasi sebelumnya, sehingga ia percaya sekarang pun keberhasilan imunisasi Measles Rubella optimistis bisa diraih.
"Dan untuk melindungi anak-untuk melindungi hak-hak anak Indonesia agar tetap sehat dan ceria, melindungi masa depan anak-anak kita," katanya.
 
 Ia pun meminta kepada semua kementerian dan instansi terkait untuk turun langsung ke lingkungan masyarakat dan menjelaskan tentang imunisasi MR yang sangat diperlukan untuk kesehatan anak-anak.

"Gandeng seluruh sekolah, madrasah, pesantren, gandeng semua orang tua untuk turut menyukseskan imunisasi Measles Rubella. Buka lebar pintu posyandu, puskesmas, rumah sakit, dan semua yang ditunjuk pemerintah untuk melaksanakan imunisasi Measles Rubella," kata Jokowi. (Nuril Khoiriyah)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Imunisasi Campak dan Rubella; Anak Tak Lagi Takut Disuntik"

Post a Comment

close
Banner iklan disini